Prabowo Tidak Mengaku Kalah Pilpres Tapi Akui Quick Count DKI

Home Artikel Prabowo Tidak Mengaku Kalah Pilpres Tapi Akui Quick Count DKI

Prabowo Tidak Mengaku Kalah Pilpres Tapi Akui Quick Count DKI
21 Apr 2019

Prabowo Tidak Mengaku Kalah Pilpres Tapi Akui Quick Count DKI

News

Sekjen PDI Perjuangan yang juga sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto merasa ironis ketika kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno tidak mengakui hasil quick count lembaga survei. 

"Ini sangat ironis. Maka mari bersikap konsisten," 

Hasto lantas menyinggung sikap Prabowo kala Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Saat itu Prabowo mengakui penghitungan cepat atau quick count lembaga - lembaga survei ketika Anies Baswedan - Sandiaga Uno dinyatakan unggul sementara atas Basuki Tjahaja Purnama - Djarot Saiful Hidayat.

Sikap Prabowo saat ini cenderung terbalik menjadi tidak ingin mengakui hasil quick count lembaga - lembaga survei.


img-1555838786.jpg


PDIP: Rekapitulasi Berjenjang TKN 01 Semakin Pastikan Kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan 

1). Berdasarkan rekapitulasi secara berjenjang berdasarkan dokumen C1 yang dilakukan Tim Kampanye Nasional 01, dan Badan Saksi Pemilu Nasional PDI Perjuangan, semakin memastikan kemenangan bagi Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan. "Dengan total data C1 yang masuk sebanyak 119.141, dan dengan basis itu, dibobot berdasarkan proporsi pemilihnya maka hasil akhirnya, Jokowi-Amin 56,74% dan Prabowo - Sandi 43,26%". Demikian halnya PDI Perjuangan, hasil sementara berkisar dari 21.3% sampai 22.8% di tingkat nasional"

2). Gambaran perolehan suara baik melalui exit poll, quick count, maupun real count secara konsisten menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. "Konsistensi berbagai metode hitung kian menegaskan bahwa quick count menjadi instrumen kontrol perolehan hasil akhir. Saat ini masih ada upaya untuk melakukan delegitimasi terhadap penyelenggara pemilu. Para elit politik sebaiknya ikut menjaga suasana kondusif. Klaim terhadap hasil perolehan suara boleh saja, namun harus disertai data, dan keberanian untuk menampilkan dapur pusat perhitungannya. PDI Perjuangan sudah menunjukkan di depan pers bagaimana sistem penghitungan suara, kamar hitung, dan infrastruktur sistem penghitungan sebagai bagian dari transparansi dan akuntabilitas publik. BPN dan Partai Gerindra hingga saat ini belum menunjukkan hal itu"

3).Apa yang tercermin dari kemenangan Jokowi-KH Ma'ruf Amin dan PDI Perjuangan menunjukkan bahwa kekuatan nurani rakyatlah yang terbukti hadir sebagai benteng politik putih, politik kebenaran itu. "Terbukti di TPS Pak Amien Rais dan Habib Rizieq, Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin menang. Artinya suara rakyat mengekspresikan kebenaran dalam politik. Berbagai jurus fitnah, hoax dan bicara tidak santun, tidak diterima oleh publik"

4). Pemilu pada dasarnya adalah cermin kehendak rakyat yang didasari oleh kehendak baik.

Hasto Kristiyanto
Sekjen PDI Perjuangan.

Komentar

Belum Ada Komentar

Tambahkan Komentar